Featured Posts

jadwal sepak bola - Lubang Hitam Arsenal juga Manchester... Bagi mengerti Arsene Wenger, kita butuh melihatnya dgn segi seorang sopir taksi. Tips menyetirnya tak yg terbaik & kerap salah di menangkap ketentuan. Pengetahuan urusan rute jalan pun nggak mutakhir...

Read more

Online betting indonesia - Jalan Panjang utk David... Jalan paling panjang yang sanggup ditempuh seseorang mampu jadi bukanlah jalan kembali menumpu rumah yg dirindukan ataupun jalan menyongsong mimpi yang diidam-idamkan. Bisa menjadi jalan buat memulihkan...

Read more

Agen judi bola penipu - Brendan Rodgers: Football Cerdik... Masih ingat surat tempelan yg sering dibawa fan rival detik Manchester United bertanding musim yg lalu? Dgn foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase "Football Genius" di sebelahnya. Sayangnya, ini...

Read more

games bola - Asal usul serta Trivia Piala AFF: Macan... Piala AFF sebenernya lahir dalam masa yg tidak demi menyenangkan. Tak lambat selesai kelahirannya, stagnasi ekonomi menjalar ke mana-mana, ke seluruh negara, terbilang Asia Tenggara. Belum lagi kemelut...

Read more

Bandar judi - Prancis Cukur Swedia 1-0 Prancis memimpin Swedia dalam perkelahian friendly dalam Stade Velodrome. Akan tetapi berkat performa oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis harus menunggu sampai dengan menit ke-84 buat memastikan...

Read more

  • Prev
  • Next

jadwal sepak bola – Lubang Hitam Arsenal juga Manchester United

Category : Agen Bola

Bagi mengerti Arsene Wenger, kita butuh melihatnya dgn segi seorang sopir taksi. Tips menyetirnya tak yg terbaik & kerap salah di menangkap ketentuan. Pengetahuan urusan rute jalan pun nggak mutakhir sehingga sering kali ia kudu bertanya terlebih dulu “Mau lewat mana? ” kepada penumpang yang malangnya pula berserah diboyong ke mana-mana.test1

Ada kalanya kebiasaan mengemudinya pun sering mencelakakan penumpang soalnya lupa kapan harus menginjak rem. Yg ia tahu cuma mengobarkan pedal gas. Buat menyingkir hal-hal yg tdk diinginkan, sopir taksi yang cerdik kudu tahu gimana jalan memilih penumpang. Ia kerap lalai melaksanakan itu serta berhujung dalam penumpang yg kabur turun di jalan sebelum melunasi argo perjalanan.

Namun Wenger adalah pekerja keras serta, walaupun dgn segala kerugian yang tak sempat menyingsing menyertainya, setiap hari ia senantiasa sukses menggenapi bayaran. Tugas yang diberikan kepadanya gak sempat kalah ia emban. Kubu tata usaha taksi tak terlalu ambil pusing urusan keberatan serta keluhan yg disampaikan sebab cara mengemudi Wenger yg tak lagi relevan dalam masa hari ini. Selama jumlah bayaran terkabul, mereka tak mempermasalahkan apa cara kompetensi sopir mereka di jalan.

Taksi lokasi Wenger bekerja gak pernah mengoperasikan tumpuan memenangkan penghargaan perusahaan taksi terbaik. Mereka hanya hirau dalam cashflow and balance yg hendak terus ada di pemastian tetap selama apa yang diminta selalu mampu diberikan.

Hendak begitu susah buat menyiarkan jika apa yg diminta sama Arsenal pada setiap musimnya makin daripada setaraf merembes pada Liga Champions. Sebab kalau tidak, Wenger sudah didepak dr jauh-jauh hari. Apa boleh buat, standar yang ditetapkan pada Arsenal cuma segitu dan Wenger nggak pernah tidak berhasil masuk ke Eropa.

Lupakan The Professor, soalnya Arsene Wenger merupakan The Chauffeur.

Tadinya aku pengen merangkaikan Wenger merupakan The Taxi Driver, tetapi saya takut Robert De Niro hendak tersinggung. Gak menyerupai Wenger, Travis Bickle gak puas dgn mediokritas.

Sebagai film blockbuster tahun ini, Interstellar hampir tidak mempunyai sifat antagonis kecuali Dr. Mann yang diperankan sama Matt Damon. Tatkala Cooper dan Amelia sedang bergaduh hebat pada planet mana mereka hendak mengangkat Endurance bagi datang selanjutnya, Cooper beralasan bahwa Planet Mann ialah teritori yang mesti mereka tuju karena menurunkan petunjuk laporan yang lebih menjanjikan dibanding dgn Planet Edmunds, lokasi kesukaan Amelia

Mereka berdua pun menuntun Endurance ke Planet Mann cuma untuk menemukan jika selama ini Dr. Mann menyalurkan petunjuk palsu & peluang kosong mengenai masa depan umat manusia, semata agar dirinya dapat terselamatkan.

Belum dapat dianggap jika data yg turun Manchester United sekitar ini yaitu informasi palsu, tetapi mereka telah hampir separuh musim berada pada Planet Louis serta mineral pembentuk hasil yg tadinya mereka pikir bakal dikasih oleh Van Gaal belum pula tampil.

Serupa ibarat Cooper serta Amelia yg berharap bahwa mereka bakal medapati planet baru yang seperti dengan bumi buat ditinggali, United juga tadinya mengira bahwa mereka telah memiliki seseorang yg hendak memberikan sesuatu yang identik dengan era Sir Alex Ferguson. Apa boleh buat, ekspektasi merupakan asal mula daripada kekecewaan. Enggak sedikit fans United yang mengira bahwa, The Red Devils akan seketika kembali jadi kader juara Premier League. Akan tetapi yg terkabul, mengacu pada statistik terlebih tatkala ini Louis van Gaal gak lebih baik dari David Moyes musim dahulu.

Online betting indonesia – Jalan Panjang utk David Moyes

Category : Agen Bola

Jalan paling panjang yang sanggup ditempuh seseorang mampu jadi bukanlah jalan kembali menumpu rumah yg dirindukan ataupun jalan menyongsong mimpi yang diidam-idamkan. Bisa menjadi jalan buat memulihkan nama dari jejuluk buruk lebih panjang & melelahkan.test1

Mulanya, David Moyes merupakan pendidik yg cukup menawan. Enggak sempurna, namun rada bagus. Moyes dapat tampil belum pernah mengantongi trofi 1 pun, tetapi 11 tahun menangani Everton ialah catatan yang lumayan. Tersedia kesan jika Moyes mampu memelihara kesetimbangan sebuah club, kendati pun itu cuma berperang di papan tengah sepanjang lebih dari 1 dekade.

Kemantapan ini jugalah yang sebagai tanda Manchester United menunjuknya terlaksana manajer trendi pada 2013. Terbiasa ditangani satu manajer selama masa lebih dari dua dekade menghasilkan United memberi Moyes persepersetujuan enam tahun. Mereka berharap Moyes dapat menciptakan satu pasukan baru lewat suatu proses. Namun, begitu sejajar kinerja kurang mengamankan didapat sama United, tidak ada lagi yg namanya proses.

Dampak di tempat dapat jadi sedikit ditolerir andai saja pertunjukan United menjanjikan. Tetapi, udah mendapatkan dampak kurang memuaskan, pertunjukan United di tangan Moyes pula terhitung sama. Alih-alih menjadi skuad yg main menyerang, United sekiranya jadi kesebelasan yg tampil rigid bin waspada.

Dr enam tahun kontrak yang diterimanya, Moyes cuma mampu menyebrangi 10 bulan di antaranya. Kepastian United tidak berhasil menanjak di Liga Champions musim 2014/2015 membuatnya dipecat.

Juni 2014, di bawah langit terang Miami, Moyes tampak dgn setelan santai. Dia lumayan merenung duel persaudaraan Inggris vs Ekuador begitu itu dan muncul terlihat baik-baik aja buatnya.

Begitu dia didepak dr United 2 bulan sebelumnya, Moyes saksama memutuskan untuk pergi menjauh. Dia memapah sang istri, Pamela, berangkat berlibur jauh ke selatan sampai ke Florida untuk menikmati suasana tepi laut. Sesekali, dia juga tampil tampil golf dengan kolega-koleganya. Moyes seperti merasakan kehidupan tenang, jauh atas ingar-bingar tindasan selama masa 10 bulan sebelumnya.

Kalau Everton sepeninggal dirinya sekiranya jadi semakin baik juga pendukung United rela-rela aja dia angkat kaki, menghasilkan Moyes jadi sekutil terlupakan. Apabila diingat, dia hendak makin diidentikkan di dalam kekalahan United ketimbang di dalam masa 11 tahunnya pada Everton. Soalnya nilai setitik di club gede, rusaklah susu sebelanga. Moyes jadi stigma negatif serta jejuluk “manajer buruk” yang mau tidak mau kudu dia hapus.

Masa di mana Moyes menganggur itu tidak ubahnya fragmen seorang samurai yang baru dipecat tuannya. Di dalam keadaan tak bertuan laksana itu, si samurai tak bertuan (ronin) kemusnahan tujuan –dalam hal itu melayani tuannya– dan, di dalam kelanjutannya, definisi dr hidupnya.

Diceritakan gimana ke-47 orang2 samurai kemudaratan tujuan tempo si tuan dibunuh. Tujuan mereka kemudian, di dalam akhirnya, ialah menangkis dendam si tuan. Ketika dendam itu terbayarkan, dan artinya tujuan mereka tercapai, ke-47 ronin tadi sudahnya sama-sama melakukan seppuku.

Pada cerpen Rashomon yg ditulis oleh Ryunosuke Akutagawa, diceritakan apa cara seorang Genin (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Samurai Kelas Bawah) bingung tak kepalang. Tak apa-apa, dia baru aja dipecat oleh tuannya beberapa hari sebelumnya.

Alih-alih gelisah, Genin tadi menyeleksi berteduh di bawah gerbang sebuah kuil seraya termenung mengamati menatap. Seraya mengopek-ngopek jerawat di pipi kanannya, sang Genin duduk rileks kalem & memikirkan bagaimana nasibnya esok hari. Pilihan di benaknya terus-menerus tersedia satu: kosong lalu mati kelaparan.

Agen judi bola penipu – Brendan Rodgers: Football Cerdik ataupun Cuma Beruntung?

Category : Agen Bola

Masih ingat surat tempelan yg sering dibawa fan rival detik Manchester United bertanding musim yg lalu? Dgn foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase “Football Genius” di sebelahnya. Sayangnya, ini sama sekali tidak aplaus buat eks manajer Everton ini.test1

“Football genius” nama lain jenius sepakbola yang dilekatkan di Moyes lebih yaitu sindiran akibat hasil-hasil jelek yg didapat United sepeninggal Sir Alex Ferguson. Bobroknya gapaian Red Devils di bawah didikan Moyes di musim 2013/14 serta-merta aja ditimpakan pada pria Skotlandia itu.

Musim ini, terdapat satu orang yang berpotensi dilabeli panggilan itu. Siapa dia? Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Alasannya, The Reds tatkala ini selagi sial di liga serta juga Liga Champion. Dr keseluruhan 13 pertarungan dalam dua ajang itu, Steven Gerrard sudah menanggung tujuh kegagalan dan dua kali sama mata.

Impak itu berputar 180 derajat daripada pencapaian musim silam di mana Liverpool nyaris menundukkan Premier League pra finis di posisi runner-up. Sementara itu Rodgers menuntaskan upah sebesar 130 juta pound lebih pada perbisnisan transfer. Uang sebesar tersebut berubah wujud di rupa sembilan tokoh baru Liverpool, dgn 1 di antaranya dipinjamkan balik di klub asal.

Merampungkan uang banyak & terseok-seok di papan klasemen, Rodgers sinambung jadi barang olok-olok. Karna musim silam mulutnya sempat nyinyir mengomentari Tottenham Hotspur yg membersihkan lebih dari 100 juta pound akan tetapi susah payah meraih tiket ke Europa League.

“Dengan gaji belanja lebih atas 100 juta pound, satu buah kru seharusnya bersaing pada jalur perebutan juara, ” demikian kata Rodgers tentang Spurs ketika itu. Kata-kata yg sekarang melenting kepadanya.

Pekan kedua saja Liverpool telah menobatkan kekalahan. Akan tetapi lawan yg dihadapi saat itu, Manchester City, adalah juara bertahan plus diperkuat pemain-pemain mahal, alhasil kekalahan di Etihad Stadium sanggup dimaklumi. Tapi begitu Aston Villa, West Ham United serta terakhir Newcastle United siap menghabisi The Reds, bertambah nyata terlihat kalau Rodgers meniti masalah.

Blunder Transfer

Orang dgn gampang melekatkan melorotnya performa Liverpool musim tersebut dengan penjualan Luis Suarez. Bukan kebetulan pula apabila menterengnya prestasi Liverpool musim lalu didominasi sama manuver El Pistolero. Perolehan 31 gol tambah sederet assist & kenang-kenangan penalti yang disebabkan oleh akselerasinya menyantuni Liverpool menghasilkan 101 gol musim yg lalu.

Berhentinya Suarez ke Barcelona bermakna Liverpool kehilangan tokoh yang berandil terhadap setidaknya sepertiga gol musim lalu. Hanya saja melekatkan melorotnya intensitas Liverpool musim ini semata-mata di dalam kepergian Suarez tentu saja terlalu mempermudah persoalan. Persoalannya lebih daripada itu

Ya, penjualan Suarez merupakan kehilangan besar buat Liverpool. Namun Suarez memproduksi kas pasukan terisi dana segar sebesar 70 juta pound yang sanggup dikenakan Rodgers bagi mendirikan tim. Disisipkan penggawa lama & sejumlah pemain muda yang dijual murah, Rodgers memiliki pertolongan dana sangat banyak untuk borong tokoh di perbisnisan transfer.

Di sinilah letak blunder pertama Rodgers dalam musim 2014/15. Kala memesan pada musim panas silam, Rodgers kian menguatkan dalam stok pemain demi daya regu ketimbang menyumbat perginya Suarez. Sungguh membingungkan ketika perniagaan transfer telah hampir selesai, gak terdapat 1 striker top pun yg didatangkan ke Anfield. Sampai dengan sudahnya Mario Balotelli tiba

games bola – Asal usul serta Trivia Piala AFF: Macan yang Mengaum daripada Tenggara

Category : Agen Bola

Piala AFF sebenernya lahir dalam masa yg tidak demi menyenangkan. Tak lambat selesai kelahirannya, stagnasi ekonomi menjalar ke mana-mana, ke seluruh negara, terbilang Asia Tenggara. Belum lagi kemelut politik yang menempuh sejumlah negara, turut mengganggu keterusterangan laga tertinggi dalam Asia Tenggara tersebut.test1

Faktanya, usikan ini tidak berimbas besar. Piala AFF-lah yg lalu kemudian jadi tonggak berkembang juga meratanya kualitas sepakbola di Asia Tenggara.

Jangka pertama kali tampil, Thailand & Singapura tampak dominan. Mereka bergantian memikat posisi puncak. Di pembukaan penyelenggaraannya, ditemui jurang kualitas yg benar-benar lebar antar negara. Konsistensi sepakbola momen itu sedang ada di tangan Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, & Indonesia. Sementara itu, negeri sebagaimana Filipina juga Brunei Darussalam masih sering sebagai bulan-bulanan tandingan.

Perlahan negeri-negeri pada Asia Tenggara start melaksanakan penyesuaian. Memiliki peningkatan kualitas dgn variasi cara, mulai dari atas naturalisasi tokoh sampai penerapan pertandingan berjenjang yg dikelola mengacu pada betul-betul. Sekarang, lawan sudah menerka Filipina & Myanmar sejajar kandidat juara.

Piala AFF digelar 2 tahun sekali. Ini yang menghasilkan pembinaan dalam negeri2 Asia Tenggara seolah gak sempat berhenti. Tahun ini berlatih, tahun depan bertanding agar mimpi mampu buru-buru diraih.

Sepakbola bagaikan magnet yg punya hasil terhadap unsur pada luar sepakbola. Maka, sebagai juara di medan terkenal se-Asia Tenggara dengan otomatis akan membawa citra negeri.

Dengan tahap guna laga tertinggi, Perhimpunan Sepakbola Asia Tenggara, AFF, kendati menghasilkan regulasi baru. Spesial pada bagian olahraga sepakbola di SEA Games, tiap negara cuma boleh menyertakan pemain dgn usia di kolong 23 tahun. Ketentuan ini sejalan dengan apa yang diterapkan di Olimpiade oleh Asian Games.

Hukum itu punya upaya istimewa buat negara yg serius melakukan pembinaan usia dini. Para pemain muda diuji di SEA Games. Keterlibatan Sea Games memerankan krusial sederajat ujian perdana sekali lalu arena menumbuhkan pengetahuan bertanding pemain muda di level internasional. Tumpuan walhasil pasti aja bermuara di Piala AFF. Penampilan tinggi pada peringkat ini menghasilkan mimpi gak lagi setaraf ilusi, tetapi merealisasikannya sampai benar-benar tercipta.

Urusan capaian prestasi juga format kompetisi, Piala AFF bisa terbagi pada dalam dua era. Uniknya, era ini terdapat sangkut pautnya dgn sponsor yg meraup wewenang penerapan sebutan formal laga.

Piala AFF lahir di dalam 1996 dengan identitas “Piala Tiger” atau pun “Tiger Cup”. Unsur ini gak lain sebab sponsor pertarungan itu yaitu pembuat bir bermerek “Tiger” asal Singapura. Kala tersebut, kiblat sepakbola di Asia Tenggara tengah berkutat di dalam Thailand dan Singapura. Thailand dikenal punya kesanggupan tokoh berbakat, sementara Singapura demikian sungguh-sungguh menata iklim sepakbola.

Negeri lainnya ibarat Indonesia, amat berhajat buat mendekatkan gelar internasionalnya. Dalam level senior, tim nasional Indonesia terakhir kali juara pada SEA Games 1991 yang dihelat pada Jakarta. Karena SEA Games tidak lagi memerankan duel tertinggi, oleh sebab itu semua pelaksanaan sepakbola terfokus dalam Piala AFF dan Piala Asia.

Terdapat 1 buah optimisme kala itu begitu PSSI mencair pertandingan Perserikatan juga Galatama dalam 1994. Penyatuan itu mewujudkan tim – tim yg berdasar pada konvensional kuat berdasar pada kinerja & sejarah, dgn team profesional yang tidak dibiayai APBD. Iklim terlatih kendati mulai terasa dalam Liga Indonesia kala itu.

Selain itu, PSSI mengantongi acara jangka lama dengan menyebarkan calon muda pada luar negeri untuk merenggut ilmu. Benar2, tidak semua berjaya, akan tetapi sebagian di antara mereka memerankan kunci timnas Indonesia di Piala AFF tahun 2000 & 2002.

Bandar judi – Prancis Cukur Swedia 1-0

Category : Agen Bola

Prancis memimpin Swedia dalam perkelahian friendly dalam Stade Velodrome. Akan tetapi berkat performa oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis harus menunggu sampai dengan menit ke-84 buat memastikan keunggulan 1-0 lewat gol atas Raphael Varane.test1

Menjamu Swedia, Rabu (19/11/2014) subuh WIB, Prancis membuat kesempatan begitu perjuangan memasuki menit ke-11 melalui operan atas Paul Pogba yg disambut sepak Layvin Kurzawa, meskipun bola belum tepat pada bidikan. Enam menit setelah itu tembakan Pogba juga masih melayang dari gawang Swedia.

Prancis merebut peluang emas dalam memimpin di menit ke-36 begitu Andre-Pierre Gignac menarik operan ke haluan Antoine Griezmann dalam ulas penalti Albania. Namun perundingan puncak kurang sip dr Griezmann menghasilkan kiper Andrea Isaksson tetap sanggup mengamankan bola.

2 menit selepas itu Swedia kembali bisa bernafas lega setelah serangan Prancis kembali tak berdampak gol. Berasal dr umpan silang Dimitri Payet yg gagal diantisipasi Isaksson, bek Emil Krafth lalu coba mengusik bola sekalipun si kulit bundar malah mengarah ke gawagnya sendiri. Beruntung bagi Krafth serta Swedia, arahnya masih belum betul-betul akurat serta sedang melebar.

Swedia dan lalu memproduksi Prancis tersentak 4 menit pra diturunkan minum. Lewat aksinya Isaac Kiese Thelin berhasil menyerbu bola pada arah gawang Prancis, menghasilkan kiper Steve Mandanda harus mengelola penyelamatan pada bawah mistar gawang tuan rumah.

Empat menit di mula ronde ke-2 Isaksson balik menyelamatkan gawang Swedia. Periode ini dr usaha Gignac yg mengirimkan operan atas Dimitri Payet. Isaksson terus-terusan diuji, di antaranya pada menit ke-60 dgn menolak bola tembakan Griezmann lalu kemudian menghalau bola tembakan pemain substitusi Prancis Moussa Sissoko di menit ke-79.

Tetapi gawang Isaksson sudahnya jebol juga saat perkelahian mencadangkan enam menit dalam saat normal. Daripada 1 buah terjangan pojok, kiriman bola Griezmann sukses disambut Raphael Varane pada tiang dekat untuk menghancurkan Isaksson yg periode ini mesti memungut bola atas di dalam gawangnya

Semenit selepas itu Prancis menggondol kesempatan emas buat menambah keunggulan selesai wasit menuding titik putih efek handball dr Oscar Wendt. Karim Benzema dan kemudian maju utk menjadi pengeksekusi… walaupun masih tidak berhasil menyusun tugasnya selepas mengoper bola mengangkasa dari target. Gak tersedia lagi gol yg tercipta pada sisa waktu.

Kinerja itu membuat Prancis sudah melaju tidak terkalahkan pada enam laga sambung-menyambung sesudah Piala Dunia, di mana 4 di antaranya mampu dimenangi–melawan tim-tim tangguh sebagaimana Spanyol & Portugal.

Pada perkelahian periode itu Les Bleus dicatat ESPN bermain kuat atas Swedia. Selain menang penguasaan bola 64%-36%, Prancis juga mencatatkan enam tembakan tepat sasaran dari 28 percobaan, berbeda dengan Swedia memproduksi lima tembakan aja dalam mana cuma 2 di antaranya yg memfokus pada tujuan.

Susunan Pemain

Prancis: Pogba, Guilavogui ; Valbuena (Lacazette 68′), Payet (Sissoko 61′), Mandanda; Sagna, Mangala, Varane, Kurzawa (Digne 78′); Griezmann; Gignac (Benzema 68′).

Swedia: Isaksson; Larsson, Kallstrom (Forsberg 46′), Kacaniklic (Forsberg 86′); Krafth, Jansson, Granqvist (Durmaz 46′), Bengtsson (Olsson 46′); Bahoui, Thelin, Zengin (Hrgota 67′).

Bola judi – Instinct Hunt: Perayaan Dua Dekade Predator

Category : Agen Bola

Sudah 20 tahun mulai pertama kali Adidas memelopori seri Predator; satu diantara sepatu yang menjadi tonggak diperlukan di dalam teknologi sepatu sepakbola, pun satu yg terpopuler pada jagat lapangan hijau. Adidas menyelesaikan peringatan 2 dekade predator dengan memelopori anak terbaru: Predator Instinct Hunt.test1

Predator, gak mampu dipungkiri, merupakan salahsatu titik berarti di dalam perkembangan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya betul2 terbilang agak sederhana, tetapi mengacu pada teknologi sepatu itu bisa dibilang sepatu tercanggih kala mula-mula kali diluncurkan.

Prosesi Predator diawali oleh seorang mantan tokoh Liverpool, Craig Johnston. Selesai pensiun, Johnston yg menyampaikan ‘Si Merah’ memikat lima gelar Liga Inggris kembali ke tanah kelahiran orang-orang tuanya, yaitu Australia. Di sana, dia meluangkan saat untuk mengurus anak-anak.

Konon di 1 putaran kursus, Johnston sempat meminta budak asuhnya utk menendang bola dgn semakin baik, lebih teratur, dan kukuh. Tetapi anak-anak itu ketegangan, lalu kemudian berkata dalam Johnston kalau sepatunya terlalu licin. Sebabnya tidak lain sebab sepatu yang dipakai anak-anak tersebut dibentuk dr kulit plus kondisi momen itu sedang hujan.

Tatkala itulah Johnston punya ide buat memungut sebuah bat pingpong, menjemput sisi karetnya, serta menempelkannya pada sepatunya. Sepatu eksperimennya tersebut lantas saksama diboyong keluar juga dicoba utk mendepak bola. Hasilnya? Voila! Karet di sepatu menghasilkan lebih mudah memberikan kesan khusus saat menendang bola, & tentu saja sepatunya saat ini siap semakin ‘menggigit’ bola.

Dr sepatu prototipenya itulah Johsnton lalu kemudian menyebarkan ide semakin jauh, menggabungkan karet dengan kulit kanguru yg ringan dan fleksibel. Belakangan Johnston juga mengimbuhkan ide lainnya mengenai teknologi sol Traxion yg hingga waktu ini dipakai Adidas.

Walau demikian, sepatu prototipe Johnston awalnya tak diterima oleh sejumlah industri laksana Nike dan Reebok, terlebih lagi Adidas seorang diri. Namun, selepas mampu merekam Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, & Paul Breitner memakai sepatunya pada keadaan salju, Johnston sukses meyakinkan Adidas guna membeli hak rancangan prototipe itu & mendapatkan 2% dari semua penjualan. Disebut-sebut perlu waktu hingga lima tahun guna meyakinkan bahwa idenya akan berhasil.

Semenjak momen tersebut, sepatu prototipe Johnston merembet sebagai Predator dan memerankan unit atas silsilah sepakbola. Predator kendati terus berevolusi dgn bervariasi pengembangan yg diusahakan sama Adidas. Terdaftar setidaknya terdapat 14 seri predator yang lahir selanjutnya.

Membuntuti keberhasilan kemunculan si ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir dalam 1995. Adidas menggalang balik kerangka karet pada sepatu serta bertambah besar menghasilkan kulit kanguru demi kesenangan. Tahun selanjutnya lahirlah Predator Touch. Dan lalu sambung-menyambung Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), dan yang terakhir adalah seri Predator Instinct (2014)

Bola judi – Italia vs Kroasia Khatam Draw

Category : Agen Bola

Italia pernah memimpin terlebih dulu buat Kroasia lewat Antonio Candreva. Namun keunggulan gak bertahan lama dimana Ivan Perisic mendirikan gol penyama posisi. Ke-2 kru pun berbagi satu poin dengan skor 1-1.test1

Perkelahian Kualifikasi Piala Eropa 2016 yg berlangsung di San Siro, Senin (17/11/2014) subuh WIB ini melintas gak tertutup. Kroasia sejak pembukaan menggunakan pressing ketat terhadap tuan rumah, sementara Italia mencoba melakukan serangan cepat lewat ke 2 sayap.

Italia sanggup handal kian dulu via terjangan Candreva dalam menit ke-11. Namun keberhasilan Gli Azzurri tidak bertahan lama sesudah Perisic menyandingkan kedudukan di menit ke-15.

Tatkala sesi ke-2, Kroasia tambah beringas dan semakin dominan di penguasaan bola. Selama Italia berupaya menghajar via terjangan balik gesit. Namun, ke 2 kesebelasan gak berhasil mencetak gol sambungan sampai perjuangan tamat.

Pertarungan tersebut sempat dihentikan kurang lebih 10 menit tatkala mencengkeram menit ke-72. Sediakala kembang api menghujani lapangan, gak lama berselang kegaduhan berlangsung di tribun bagian pendukung Kroasia. Sesudah keadaan balik kondusif, wasit memutuskan melanjutkan kompetisi.

Beserta kinerja sama mata ini, Kroasia dan Italia tengah menduduki stan jabatan satu-dua Grup H dengan berturut-turut dgn sama-sama mengoleksi nilai 10 daripada empat pertarungan. Di belakang dua-duanya ialah Norwegia dgn sembilan angka, yang dalam rivalitas lain unggul tipis 1-0 buat Azerbaijan.

Sementara itu Bulgaria bermain draw 1-1 kontra Malta. Dengan beruntun Bulgaria (3 poin), Malta (0), Azerbaijan (0) menyudahi stan jabatan 4-6

Ivan Rakitic melepaskan terjangan keras dari luar kotak penalti di dalam menit ke-6. Namun Gianluigi Buffon beserta tangkas menepis. 3 menit berjarak, giliran Luka Modric melakukan percobaan, juga telantar di tangan Buffon.

Lebih dulu tertekan, Italia justru mengait keunggulan di dalam menit ke-11. Datang dari kiprah Simone Zaza di dalam kotak penalti. Setelah tembakannya diblok bek, bola refleksi yang kembali di dalam penguasaan Zaza kemudian disodorkan kepada Antonio Candreva di depan kotak penalti.

Candreva segera menyasarkan tembakan keras ke pojok kiri gawang serta tidak sanggup dihentikan Danijel Subasic.

Namun keunggulan ini tak bertahan lama. 4 menit dan kemudian, Kroasia menyamakan posisi. Ivan Perisic melakukan tusukan dalam sisi kiri & berlari ke tengah.

Aksinya diakhiri tembakan mendatar yg sewajarnya mengarah tepat ke Buffon. Akan tetapi perkiraan si kiper kurang baik oleh karena itu bola melewatinya dan masuk ke gawang.

Italia mencecahkan satu buah kesempatan bagus dalam menit ke-34. Lewat serangan tangkas, Roberto Soriano menjunjung sasaran silang dr kanan membidik ke Mattia De Sciglio yang gak terkawal di deket tiang jauh. De Sciglio mengetes menyambut bola dengan sepak voli, tapi menyimpang.

Welbeck Dua Gol, Inggris Tiarapkan Slovenia 3-1

Category : Agen Bola

Inggris sempat tertinggal kian dulu dalam kompetisi melawan Slovenia. Akan tetapi, The Three Lions mampu membalikkan posisi dan unggul dgn skor 3-1. Danny Welbeck menghibahkan dua gol guna pasukan tuan rumah.test1

Dalam terusan Kualifikasi Piala Eropa 2016 dalam Wembley, Minggu (16/11/2014) subuh WIB, Inggris memimpin pertunjukan juga banyak menciptakan peluang sejak awal. Namun, sampai surut minum, skor 0-0 masih bertahan.

Di dalam sesi kedua, gol bunuh diri Jordan Henderson mengepit Slovenia menang bertambah dulu. Tetapi, Inggris melepaskan sambutan yang begitu bagus. Setelah menyamakan kedudukan melalui terjangan sanksi Wayne Rooney, mereka memastikan kemenangan via 2 gol Welbeck.

Kemenangan tersebut menghasilkan Inggris pada kondisi tertinggi klasemen sementara Grup E dengan poin 12 atas empat kubu. Slovenia langsung di bawahnya dengan angka enam.

Jalannya Pertandingan

Peluang mula-mula di laga itu jadi kepunyaan Slovenia. Jasmin Kurtic mengongkosi sasaran lambung yg disundul Andraz Kirm. Akan tetapi, sundulan Kirm dgn mudah ditangkap Joe Hart.

Inggris baru mampu menurunkan gertakan di menit ke-17 lewat usaha Raheem Sterling. Sterling yg meraih umpan atas Rooney melepaskan sepakan kaki kanan, tetapi arahnya sedang menyimpang.

Bersela empat menit, kesempatan Rooney yang meraih peluang. Rooney menerima bola daripada Welbeck dengan tembakan voli, yg sedang melayang di atas mistar.

Welbeck meninggalkan peluang yang dia terima pada menit ke-30. Meskipun dia gak terkawal, sundulannya menyampaikan umpan silang Sterling tetap melenceng.

Upaya Welbeck pada menit ke-37 pula belum menghasilkan gol dalam Inggris. Sepakannya atas luar kotak hukuman melayang.

Sampai berakhirnya sesi mula-mula, kedua kru sama-sama tak mampu mendirikan gol. Skor 0-0 sedang bertahan.

Rooney menebarkan bahaya ke gawang Slovenia di awal ronde ke 2, tepatnya menit ke-48. Dia menyundul bola perolehan sepak pojok Adam Lallana, tetapi arahnya tengah melebar.

Walaupun bertambah besar menciptakan kesempatan, Inggris tertinggal kian dulu. Gol Slovenia yaitu perolehan gol bunuh diri Henderson di dalam menit ke-57. Bermaksud mengiris umpan silang Kirm, Henderson sekiranya membelokkan si kulit bundar ke gawang sendiri.

Tetapi, keunggulan Slovenia itu gak bertahan lama. Pada menit ke-59, Inggris menyandingkan tingkat dengan perantara sepakan penalti Rooney. Hadiah denda itu dikasih oleh wasit selesai Bostjan Cesar membobol Rooney di area terlarang.

Inggris mampu membalikkan suasana saat laga berusia 66 menit. Berakar dari tembakan Lallana daripada sudut sempit yang dimentahkan Samir Handanovic, bola rebound mengarah ke Welbeck, yang refleks menyambarnya utk merempuh gawang Slovenia.

Welbeck kembali mencatatkan namanya di papan skor enam menit kemudian. Penyerang Arsenal ini bermain umpan satu-dua dengan Sterling sebelum mengalahkan Handanovic lewat terjangan kaki kanannya. Inggris pun unggul 3-1.

Keberhasilan ini mampu dipertahankan Inggris sampai peluit panjang bersuara. Mereka pun memikat tiga angka di dalam rivalitas ini.

Susunan Pemain

Inggris: Hart; Clyne, Wilshere, Henderson, Sterling (Oxlade-Chamberlain 84′); Jagielka (Smalling 89′), Cahill, Gibbs; Lallana (Milner 79′), Rooney, Welbeck

Slovenia: Kurtic (Rotman 75′), Mertelj, Birsa (Lazarevic 62′), Kirm (Ljubijankic 77′); Handanovic; Brecko, Cesar, Ilic, Struna; Kampl; Novakovic

Welbeck Dua Gol, Inggris Gulingkan Slovenia 3-1

Category : Agen Bola

Inggris sempat ketinggalan bertambah dulu di dalam kompetisi mengelak Slovenia. Tapi, The Three Lions dapat membalikkan posisi & menang dengan skor 3-1. Danny Welbeck memberikan 2 gol guna tim tuan rumah.test1

Pada tambahan Kualifikasi Piala Eropa 2016 di Wembley, Minggu (16/11/2014) dinihari WIB, Inggris memimpin permainan serta banyak menobatkan kesempatan sejak awal. Tapi, hingga surut minum, skor kacamata tengah bertahan.

Dalam babak ke 2, gol bunuh diri Jordan Henderson mengangkat Slovenia menang semakin dulu. Tetapi, Inggris melepaskan usaha yg super baik. Selesai menyandingkan posisi dengan perantara tendangan penalti Wayne Rooney, mereka memastikan kemenangan via 2 gol Welbeck.

Keunggulan berikut menyelenggarakan Inggris pada posisi ternama klasemen sementara Grup E dengan poin 12 daripada empat partai. Slovenia tepat di bawahnya dgn nilai enam.

Jalannya Pertandingan

Peluang mula-mula di dalam pertarungan tersebut jadi milik Slovenia. Jasmin Kurtic menyebarkan sasaran lambung yg disundul Andraz Kirm. Namun demikian, sundulan Kirm dgn enteng ditangkap Joe Hart.

Inggris baru siap menurunkan ancaman di dalam menit ke-17 via daya Raheem Sterling. Sterling yg mendapatkan umpan dr Rooney melepaskan tembakan kaki kanan, tapi arahnya tetap menyimpang.

Bersela 4 menit, tempo Rooney yg meraih kesempatan. Rooney menjemput bola atas Welbeck dgn depakan voli, yg masih melambung pada atas mistar.

Welbeck mencoret peluang yang dia dapat dalam menit ke-30. Sekalipun dia tak terkawal, sundulannya menetapkan umpan silang Sterling tengah menyimpang.

Upaya Welbeck pada menit ke-37 juga belum membuahkan gol guna Inggris. Sepakannya dari luar kotak penalti melambung.

Hingga berakhirnya sesi mula-mula, ke 2 pasukan sama-sama tidak dapat menggelar gol. Skor 0-0 masih bertahan.

Rooney menebarkan ancaman pada gawang Slovenia dalam awal sesi ke 2, tepatnya menit ke-48. Dia merespons bola perolehan sepak pojok Adam Lallana, tapi arahnya sedang melebar.

Walaupun makin besar menyusun kesempatan, Inggris tertinggal bertambah dulu. Gol Slovenia yaitu perolehan gol bunuh diri Henderson di dalam menit ke-57. Bermaksud menguraikan sasaran silang Kirm, Henderson malah memutar si kulit bundar ke gawang sendiri.

Tetapi, keberhasilan Slovenia tersebut tidak bertahan lama. Di dalam menit ke-59, Inggris menyepadankan tingkat melalui tendangan penalti Rooney. Hadiah sanksi itu dikasih oleh wasit sesudah Bostjan Cesar membobol Rooney di wilayah terlarang.

Inggris mampu membalikkan suasana saat kompetisi berusia 66 menit. Berakar atas tembakan Lallana dr sudut sempit yg dimentahkan Samir Handanovic, bola rebound mengarah ke Welbeck, yg refleks menyambarnya buat merempuh gawang Slovenia.

Welbeck balik menempatkan namanya di papan skor enam menit setelah itu. Penggempur Arsenal tersebut tampil umpan satu-dua dengan Sterling sebelum menewaskan Handanovic lewat tembakan kaki kanannya. Inggris pun unggul 3-1.

Keberhasilan tersebut berhasil dipertahankan Inggris hingga peluit panjang bersuara. Mereka kendati mengait tiga angka di dalam rivalitas tersebut.

Susunan Pemain

Inggris: Hart; Clyne, Wilshere, Henderson, Sterling (Oxlade-Chamberlain 84′); Jagielka (Smalling 89′), Cahill, Gibbs; Lallana (Milner 79′), Rooney, Welbeck

Slovenia: Kurtic (Rotman 75′), Mertelj, Birsa (Lazarevic 62′), Kirm (Ljubijankic 77′); Handanovic; Brecko, Cesar, Ilic, Struna; Kampl; Novakovic